Tentang Silaturahmi
By bungaungukecil - Mei 28, 2019
Sebentar lagi lebaran. Banyak orang yang
mudik dengan tujuan untuk menjalin silaturahmi dengan keluarga dan teman-teman
baik di kampung. Sementara cerita
lainnya, ada seorang teman memutuskan untuk keluar dari grup karena berbeda pendapat
dengan teman-teman lainnya. Teman lainnya berusaha memasukkannya kembali ke
grup, agar silaturahmi di antara mereka tidak terputus.
Sebenarnya, apa makna sebenarnya
dari silaturahmi?
Makna Menyambung Silaturahmi
Dari Hadis
Riwayat Bukhari No.5991, Abdullah bin ’Amr berkata bahwa Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ ، وَلَكِنِ الْوَاصِلُ الَّذِى إِذَا
قَطَعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا
”Seorang
yang menyambung silahturahmi bukanlah seorang yang membalas kebaikan seorang
dengan kebaikan semisal. Akan tetapi seorang yang menyambung silahturahmi
adalah orang yang berusaha kembali menyambung silaturahmi setelah sebelumnya
diputuskan oleh pihak lain.”
Jadi
jelas, bahwa arti dari menyambung silaturahmi bukan menjalin hubungan baik
dengan orang lain melainkan menyambung kembali hubungan yang sebelumnya diputuskan
oleh salah satu pihak.
Mengapa Harus Menyambung
Silaturahmi?
Dari HR. Abu Daud no. 4902, Tirmidzi
no. 2511, dan Ibnu Majah no. 4211
“Tidak ada dosa
yang lebih pantas untuk disegerakan balasannya bagi para pelakunya (di dunia
ini) -berikut dosa yang disimpan untuknya (di akhirat)- daripada perbuatan
melampaui batas (kezhaliman) dan memutus silaturahmi (dengan orang tua dan
kerabat)”
Dari Jubair bin
Mut’im bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ
“Tidaklah masuk surga orang yang suka memutus, ( memutus tali
silaturahmi)”. [Mutafaqun ‘alaihi].
Mengapa
harus menyambung kembali silaturahmi? Karena memutus silaturahmi merupakan
perbuatan yang dimurkai Allah Subhanahu wa
ta’ala dan akan mendapat balasannya di dunia dan di akhirat.
Silaturahmi Hanya
untuk Keluarga dan Kerabat
Untuk
siapakah istilah silaturahmi? Silaturahmi atau silaturahim terdiri dari dua
kata yaitu shilah dan ar rahim. Shilah artinya menyambung. “Ar
rahim yang dimaksud adalah rahim wanita, yaitu tempat dimana janin berkembang
dan terlindungi (dalam perut wanita). Dan istilah ar rahim digunakan untuk
menyebutkan karib-kerabat, karena mereka berasal dari satu rahim” (dinukil
dari Ruhul Ma’ani, 9/142).
“Ada
pun silaturahim adalah berbuat baik
kepada karib-kerabat sesuai dengan keadaan orang yang hendak menghubungkan dan
keadaan orang yang hendak dihubungkan. Terkadang berupa kebaikan dalam hal
harta, terkadang dengan memberi bantuan tenaga, terkadang dengan
mengunjunginya, dengan memberi salam, dan cara lainnya” (Syarh Shahih Muslim,
2/201).
Dari
Hadis Riwayat Bukhari No.5983. Dari Abu Ayyub Al Anshori, Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang amalan yang dapat
memasukkan ke surga. Rasulullah menjawab,
تَعْبُدُ
اللَّهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا ، وَتُقِيمُ الصَّلاَةَ ، وَتُؤْتِى الزَّكَاةَ
، وَتَصِلُ الرَّحِمَ
“Sembahlah Allah, janganlah
berbuat syirik pada-Nya, dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan jalinlah
tali silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat).”
Dari Hadis Riwayat Muslim No.2558. Abu
Hurairah berkata, “Seorang pria mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, saya punya keluarga yang jika saya
berusaha menyambung silaturrahmi dengan mereka, mereka berusaha memutuskannya,
dan jika saya berbuat baik pada mereka, mereka balik berbuat jelek kepadaku,
dan mereka bersikap acuh tak acuh padahal saya bermurah hati pada mereka”.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Kalau memang halnya seperti
yang engkau katakan, (maka) seolah- olah engkau memberi mereka makan dengan
bara api dan pertolongan Allah akan senantiasa mengiringimu selama keadaanmu
seperti itu.”
Dari penjelasan di atas, silaturahmi berarti berbuat baik
kepada keluarga dan kerabat sedangkan perbuatan baik dan menyambung
hubungan terhadap orang yang tidak memiliki hubungan kekerabatan dan nasab
tidak termasuk silaturahmi.
Manfaat Silaturahmi
Kita sudah sering mendengar tentang manfaat silaturahmi
yaitu memperpanjang umur dan mempermudah rezeki.
HR. Bukhari no.
5985 dan Muslim no. 2557. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,
مَنْ
سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ ، فَلْيَصِلْ
رَحِمَهُ
“Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan
umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi.”
Diriwayatkan
Bukhari dalam Adabul Mufrod No.58. Ibnu ‘Umar radhiyallahu‘anhu berkata,
مَنِ
اتَّقَى رَبَّهُ، وَوَصَلَ رَحِمَهُ، نُسّىءَ فِي أَجَلِه وَثَرَى مَالَهُ، وَأَحَبَّهُ
أَهْلُهُ
“Siapa
yang bertakwa kepada Rabb-nya dan menyambung silaturrahmi niscaya umurnya akan
diperpanjang dan hartanya akan diperbanyak serta keluarganya akan mencintainya.”
Hadis di atas menjelaskan bahwa
menyambung silaturahmi akan dilapangkan rejekinya dan dipanjangkan umurnya.
Adab Bersilaturahmi
Hal-hal
yang harus kita lakukan saat bersilaturahmi yaitu bersikap jujur, rendah hati, lemah
lembut , dan santun. Hindari pembicaraan yang membuat luka lama tergores
kembali. Bawakan juga hadiah dan bingkisan sebagai tanda terjalinnya kembali
hubungan tersebut.
Pendapat Lain
Pendapat
lain mengatakan ada perbedaan antara istilah silaturahim dan silaturahmi.
Silaturahim digunakan khusus untuk orang yang masih mempunyai hubungan kekerabatan, sedangkan penggunaan kata silaturahmi lebih
luas, bisa juga untuk hubungan pertemanan.
Apapun
istilah yang dipakai, yuk mumpung masih Ramadan, kita jalin kembali hubungan
silaturahmi yang pernah terputus. Menjadi orang pertama yang menjalin hubungan,
tentu lebih baik (buk).
#IndscriptWritingChallenge
#day11
#IndscriptWritingChallenge
#day11
Referensi:
https://www.uinjkt.ac.id/id/silaturahim-atau-silaturahmi/

1 komentar
ayo segera bergabung dengan kami hanya dengan minimal deposit 20.000
BalasHapusdapatkan bonus rollingan dana refferal ditunggu apa lagi
segera bergabung dengan kami di i*o*n*n*q*q