Sudahkah Kita Menahan Diri Ketika Ramadhan Tiba?

By bungaungukecil - Mei 17, 2019


                Moms dan sahabat, berpuasa artinya adalah menahan diri. Menahan diri itu tidak sebatas menahan makan dan minum dari fajar hingga maghrib, tapi menahan diri dari segala nafsu. Nafsu yang tidak dikendalikan akan mendorong kita untuk melakukan perbuatan yang dilarang Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kira-kira,  apa saja ya nafsu yang harus kita kendalikan selama bulan Ramadan?

Menahan Diri dari Nafsu Makan dan Minum
                Orang mukmin diperintahkan untuk berpuasa tidak makan dan tidak minum sejak fajar hingga maghrib. Kebanyakan orang mukmin sanggup  menahan lapar.  Namun, jika kamu termasuk jenis yang suka tergoda dengan makanan, maka ada tips untuk menahan diri dari godaan tersebut. Pertama dengan menjauhkan diri situasi yang bisa membuat puasa kita jadi batal, misalnya melakukan kegiatan yang menguras keringat.  Kedua menjauhkan diri dari sumber godaan, misalnya melihat-lihat gambar makanan yang menggugah selera, kecuali kamu memang akan membuat makanan. Ketiga, melakukan kegiatan yang bermanfaat misal bekerja, membaca buku, dan lain-lain.  

Menahan Diri dari Emosi yang Berlebih
                Salah satu hal yang paling sulit saya pribadi lakukan adalah menahan emosi yang berlebih seperti marah atau menangis. Dalam kondisi lapar, ada tekanan, dan kondisi yang tidak nyaman membuat orang sulit untuk menahan emosi. Saat itu terjadi pada Moms, ingatlah bahwa kamu sedang berpuasa. Tenangkan diri sejenak, lalu ambil air wudhu. Jika tidak mungkin untuk mengambil air, maka tariklah napas dan hembuskan perlahan. Bacalah istighfar. Kalau memungkinkan, bacalah ayat-ayat Alquran. Yakinlah, bahwa kemarahan kamu akan berangsur berkurang. Hati pun menjadi lebih tenang.

Photo by Moose Photos from Pexels

Menahan Diri untuk Berlebih-lebihan
                Puasa mengajarkan kita untuk berperilaku sederhana. Namun dalam praktiknya, puasa malah membuat kita lebih boros. Contohnya, yang biasanya kita makan malam di rumah, sekarang malah berbuka puasa di luar. Jumlah jajanan menjadi bertambah, malah kadang makanan menjadi mubazir karena membelinya secara berlebihan. Belum lagi membeli barang-barang baru, baju baru, dan lain-lain padahal barang lama masih bagus. Apakah mampu diri kita menahan diri untuk tidak berboros ria? Daripada membeli barang secara berlebihan, lebih baik kita menyisihkan dana tersebut kepada orang lain yang lebih membutuhkan.

Photo by Bruce Mars from Pexels

Menahan Diri untuk Riya
                Ini berkaitan dengan poin sebelumnya. Habis buka puasa di resto kemarin, pengen banget pamer foto sama teman-teman. Apalagi baju dan jilbab yang dipakai gres banget, edisi baru dari butik ternama. Tapi takut ah dibilang pamer. Tahu sendiri ‘kan, pemirsa sekarang julid-julid. Kalau begitu, pamerin aja foto waktu berbagi ke panti asuhan. Masak berbuat baik masih dijulidin juga? Moms, semua yang kita lakukan tergantung dari niat. Kalau niat ingin mengajak teman-teman untuk berbuat kebaikan, tidak ada salahnya. Hanya kita sendiri yang tahu niat yang ada di hati kita. Cuma kita harus berhati-hati supaya tidak terjebak riya.

Menahan Diri Berghibah
                Mendengar cerita tetangga, melihat status berseliweran di sosmed, apalagi melihat berita di televisi, rasanya sudah gatal ingin berkomentar. Ini sepertinya godaan besar bagi Moms dan juga saya hehe. Tapi baiknya tahan dulu lidah dan jari kamu ya Moms. Sayang, jika puasa kita seharian nggak ada pahalanya karena seharian sibuk bergunjing. Berita yang benar saja tidak diperbolehkan, apalagi fitnah. Jadi tahaan jari kita. Lebih baik jari ini digunakan untuk membalik lembaran-lembaran Alquran, dan menulis tentang kebaikan.

Photo by Anastasiya Gepp from Pexels

Menahan Diri dari Perbuatan Maksiat
                Kapan pun hendaknya kita menjauhkan diri dari perbuatan maksiat, apalagi di bulan suci Ramadhan. Berbohong, mencuri, dan perbuatan dosa lainnya memang tidak boleh dilakukan. Kalau dilakukan, itu artinya puasa yang kita lakukan adalah sebuah kesia-siaan belaka, karena tidak sejalan dengan esensi dari puasa itu sendiri.  Menyibukkan diri dengan amalan-amalan sunnah, shodaqoh, tadarus Al-Qur’an, semoga bisa mengurangi kesempatan untuk melakukan perbuatan maksiat.

                Esensi dari berpuasa di bulan Ramadhan adalah menahan diri. Kualitas diri kita akan terlihat bagaimana cara kita mengontrol atau mengendalikan nafsu yang kita miliki. Semua itu tentunya butuh proses ya Moms. Menjadi orang baik itu adalah sebuah proses dan tidak berhenti di satu titik. Menahan diri di bulan Ramadhan adalah cara untuk menjadikan diri kita menjadi lebih baik. Insya Allah. (buk)

  • Share:

You Might Also Like

1 komentar


  1. Izin promo ya Admin^^
    bosan tidak ada yang mau di kerjakan, mau di rumah saja suntuk,
    mau keluar tidak tahu mesti kemana, dari pada bingung
    mari bergabung dengan kami di ionqq^^com, permainan yang menarik dan menguras emosi
    ayo ditunggu apa lagi.. segera bergabung ya dengan kami...
    add Whatshapp : +85515373217 ^_~

    BalasHapus