Pusing Mengatur Uang THR? Simak Ulasan Berikut Ini

By bungaungukecil - Mei 21, 2019

           Foto: pexels.com

 Hai Moms dan sahabat. Siapa sih yang nggak mau dapat THR? Hari gini gitu loh, di mana nilai uang sudah jauh merosot. Tambahan uang tentu sangat berarti agar kebutuhan lebaran bisa terpenuhi Bagi yang bekerja, sudah pasti mendapat THR dari perusahaan/ dari orang tempat kita bekerja.

            Sayangnya, pengalaman tahun-tahun sebelumnya uang THR hasil kerja kita sepertinya hanya sekadar mampir. Lebaran belum selesai, uang sudah menguap entah kemana. Bukan itu saja, hutang kita pun bertambah banyak. Bikin pusing nggak sih. Coba deh diingat-ingat, apakah  Moms sudah mengatur uang THR dengan baik, atau malah melakukan pemborosan. Kalau ternyata memang boros, yuk, kita coba mengatur uang THR kali ini agar pengeluarannya lebih terarah. Bagaimana caranya?

Buat Rincian
            Tips pertama dalam mengatur uang THR yaitu buatlah rincian rencana pengeluaran untuk lebaran. Beri urutan prioritas. Selanjutnya kuatkan niat dalam hati, agar tidak tergoda  membelanjakan uang untuk hal yang tidak penting. Sebaliknya, untuk hal-hal penting, segera lakukan.

Dahulukan Kewajiban
            Lupakan semua rencanamu jika kamu masih mempunyai tunggakan/hutang. Jadi prioritas pertama adalah bayarlah hutang kamu terlebih dahulu.  Hutang di sini termasuk zakat mal yang belum kamu bayarkan. Kemudian sisihkan untuk membayar zakat fitrah. Setelah semua kewajiban dipenuhi, baru kita ke prioritas selanjutnya.

THR untuk Orang Terdekat
            Memberi bingkisan atau uang kepada orang terdekat adalah tanda sayang kita, misalnya  untuk orangtua dan saudara. Selanjutnya berikan THR untuk orang yang bekerja dan berhubungan dengan kamu, misalnya asisten rumah tangga, ojek langganan, tukang sampah, dan lain-lain. Mereka telah bekerja selama setahun penuh, tentunya pantas diberi THR.  Dengan berbagi bingkisan, itu artinya kita juga berbagi kebahagiaan. Oh ya Moms, sisihkan juga uang fitrah untuk anak-anak yaa.

Foto: pexels.com

Membeli Keperluan Lebaran
            Membeli keperluan lebaran tentu penting. Namun, sekali lagi prioritas dalam membeli barang yang dibutuhkan. Misal membeli kue lebaran merek “A” beberapa toples, mengecat pagar dan dinding rumah, membeli magic jar baru yang lebih besar, beli baju untuk keluarga, jalan-jalan ….  

            Kalau semuanya diperlukan, coba dipilih lagi mana yang paling prioritas. Misal karena mengecat pagar dan dinding perlu biaya lebih, ya ngecatnya ditunda dulu. Membeli kue lebaran itu penting, jadi tetap harus beli. Kalau memang harus membeli kue dengan variasi beberapa macam, ya pilih toples ukuran kecil. Atau ganti kue lebaran merk “A” dengan kue lebaran bikinan tetangga yang harganya lebih hemat.

            Bagaimana dengan baju baru? Kalau pun ingin beli baju, prioritaskan baju anak dulu ya, Moms. Anak-anak tumbuh dengan cepat. Baju lama mereka biasanya sudah terlalu sempit atau pendek. Bagaimana dengan kita sendiri? Kalau baju lama masih layak dipakai, nggak masalah dipakai lagi.

Mudik?
            Bagi sebagian orang, mudik adalah suatu keharusan. Masak sih setahun sekali tidak bisa kumpul bersama keluarga? Apalagi jika mempunyai orangtua yang sudah lanjut usia dan tidak tinggal di satu kota, mudik memang menjadi satu kewajiban yang harus dilaksanakan.

            Namun, di zaman sekarang biaya untuk mudik nggak murah. Bagi yang naik transportasi umum, harus siap merogoh kocek lebih dalam lagi. Sudah bukan rahasia lagi, tarif tiket naik menjelang sampai sehabis lebaran. Belum lagi setiap mudik membawa buah tangan dan bingkisan untuk saudara-saudara di kampung. Setibanya di kampung, nggak mungkin cuma di rumah saja. Pastilah anak merengek minta jalan-jalan.  Jadi bertambah deh biaya mudiknya.

             Untuk menghemat biaya mudik,sebaiknya pesan tiket jauh-jauh hari. Gunakan promo-promo sebaik mungkin.  Kalau memungkinkan ya membawa kendaraan sendiri. Untuk hal yang satu ini, harus dipersiapkan matang-matang ya, Moms.

            Biaya mudik yang mahal dapat juga disiasati dengan menjemput orangtua jauh sebelum hari raya. Namun, jika orangtua tidak dapat melakukan perjalanan jauh, dan memang harus tinggal di kota lain, terpaksa mudik ke rumah orangtua ditunda dulu hingga harga menjadi normal. Yang jelas, silaturahim dengan orangtua harus tetap dijaga ya, Moms.

Gambar oleh Steve Buissinne dari Pixabay

Tabungan?
            Apakah dengan pengeluaran seperti di atas, masih ada yang uang THR yang tersisa? Kalau ada, cepat masukkan ke dalam tabungan ya, Moms.  Wah, boro-boro. Sudah sehemat mungkin, kebutuhan lebaran tetap tidak tercukupi.

            Jika kamu sudah mengatur uang THR dengan baik, tapi uang THR masih jauh dari cukup, cuma ada satu solusi, Moms. Kamu harus mencari kerja tambahan, agar bisa mendapat THR tambahan juga, hehe.

            Sekian tips dari saya, semoga bermanfaat.

#IndscriptWritingChallenge
#day6          

  • Share:

You Might Also Like

1 komentar

  1. Numpang promo ya Admin^^
    ingin mendapatkan uang banyak dengan cara cepat
    ayo segera bergabung dengan kami di ionpk.club ^_$
    add Whatshapp : +85515373217 || ditunggu ya^^

    BalasHapus