Plus Minus Anak Masuk SD Lebih Dini

By bungaungukecil - Maret 26, 2018


           Hai Bunda cantik di mana pun berada.  Beberapa bulan lagi tahun ajaran baru dimulai. Bagaimana dengan Bunda yang putra-putrinya sudah di kelas TK B? Sudah mendaftarkan putra-putri tercinta ke sekolah dasar? Atau masih bimbang. Anakku masuk SD tahun ini atau tahun depan ya?
          
         Bagi Bunda yang mempunyai anak yang lahir di bulan yang namanya berakhiran “ber” (September, Oktober, November, dan Desember), memasukkan anak ke Sekolah Dasar menjadi dilema tersendiri.  

            Kenapa? Karena anak yang lahir di bulan tersebut usianya tanggung. Jika anak lahir tahun 2012, bulan Juli nanti  usia anak sekitar 5 tahun 7 bulan (kelahiran Desember) sampai  5 tahun 10 bulan (kelahiran September).  Anak menjadi siswa dengan usia termuda di kelasnya. 

            Tapi jika masuk SD ditunda sampai tahun depan, usia anak menjadi 6 tahun 7 bulan (kelahiran Desember) sampai 6 tahun 10 bulan (kelahiran September). Anak akan menjadi yang tertua di kelas.   Lantas sebaiknya bagaimana?  Apa lebih baik memasukkan anak sekarang saja? Sebelum mendaftarkan anak ke sekolah, yuk Bunda, kita pertimbangkan plus minusnya dulu.

            Keuntungan memasukkan anak dengan usia muda  :
1.  Saat lulus kuliah, usia masih muda sehingga tenggang waktu untuk mencari pekerjaan dan sekolah lanjutan menjadi lebih lama.
2.  Dengan tenggang waktu yang lebih lama tersebut, membuat peluang diterima bekerja atau kuliah lagi lebih besar.
3.    Ada kebanggaan pada orangtua, karena anaknya mampu bersaing dengan anak lain yang usianya lebih tua.
           
            Namun dari beberapa curhatan Bunda, ada beberapa kendala yang dialami anak-anak usia muda tersebut di sekolah, antara lain: 
1.   Belajar 
       Anak harus belajar lebih keras dari teman-temannya yang usianya lebih matang, jika ingin prestasinya menyamai, atau bahkan lebih bagus dari teman-temannya.  Jadi orangtua harus menyiapkan dana tambahan untuk les privat.

2.  Kemandirian
       Dari segi kemandirian masih kurang, misalnya dalam mengerjakan tugas, sehingga Sang Bunda pun harus rajin mengontrol peer anaknya, kapan ulangan, dan lain-lainnya.

3.   Percaya diri dan kemampuan beradaptasi
       Kadang-kadang muncul rasa kurangnya percaya diri jika berada di antara teman-temannya yang berusia lebih tua.  Anak pun sering bingung jika dihadapkan pada situasi baru.

4.   Fisik
       Walaupun intelektual cukup, kadangkala fisik tidak mendukung. Akibatnya anak tersebut sering sakit dan tidak masuk sekolah. Jika sekolahnya fullday school, lebih baik Bunda mempertimbangkan apakah ananda kuat secara fisik mengikuti pelajaran. Jangan sampai karena anak kelelahan, jadi sering tidak masuk.

5.   Prestasi
       Prestasi yang dicapai, walaupun bagus, namun tidak maksimal. Peluang untuk berprestasi di luar sekolah juga berkurang. Karena kesempatan itu (misalnya mengikuti lomba), menurut pengalaman biasanya diberikan sekolah kepada anak-anak dengan usia lebih matang.

            Poin-poin di atas tentunya tidak berlaku ya Bun, jika anak tersebut mempunyai kemampuan/bakat istimewa. Baik kemampuan intelektual yang lebih tinggi, dan  bakat istimewa non akademik lainnya.  Hanya Bunda lah yang mengetahui segala sesuatunya mengenai  buah hati tercinta.

            Jika ananda mempunyai kemampuan lebih dan ananda siap secara fisik dan mental, tidak ada salahnya memasukkan ke SD walaupun usianya masih muda.  Namun jika Bunda kurang yakin dengan kesiapan ananda, lebih baik menundanya hingga tahun depan. Sekarang Bunda tidak bimbang lagi kan, tahun ini atau tahun depan?

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar